Tentang Cita-cita

Setiap ulang tahun, saya selalu memperbarui cita-cita, atau mungkin lebih tepatnya mimpi.

Di usia 5 tahun, saya mulai punya cita-cita jadi pemain sepakbola. Seingat saya waktu itu cukup bisa bergabung dengan Sekolah Sepakbola (SSB). Tahun-tahun berikutnya saya meng-update cita-cita itu: jadi pemain PSIS, kapten timnas Indonesia, berduet dengan Bambang Pamungkas, main di Inggris dan Italia, dan sebagainya.

Continue reading

Tentang Menulis

Hampir dua bulan bekerja dari rumah ini benar-benar mengajarkan banyak hal untuk diri sendiri. Dari beradaptasi dengan berbagai normal baru, menjaga kesehatan fisik dan mental, sampai mengingat berbagai hal yang layak dikenang, atau bahkan yang tidak layak dikenang.

Di media sosial, saya melihat hal yang terakhir ini juga menjadi pengalaman kolektif banyak orang. Setidaknya di Twitter dan Instagram, banyak orang yang berbagai foto-foto lawas mereka. Banyak orang yang terganggu terutama yang tantangan-tantangan buat posting foto selfie. Lama-lama hal itu memang jadi membosankan. Tapi setiap orang punya cara masing-masing untuk menjaga kewarasan di masa pagebluk ini.

Continue reading

Untuk Jung-Hwan, Sahabatku

ae

Semoga kamu sehat selalu.

Terima kasih telah mengirim surat, aku sudah membacanya. Tentu saja bersama Taek, sejak kami menikah, kami sepakat untuk terbuka satu sama lain. Apalagi ini surat yang datang darimu, sahabatku dan tentu juga Taek. Kami tersenyum usai membacanya. Dan aku memutuskan untuk segera membalasnya. Bagaimanapun tidak baik membuat sahabat baik kita menunggu. Betapapun aku yakin kamu tidak menunggu balasan suratku.

Mengenang masa lalu adalah hal yang menyenangkan. Kadang kita menyesal karena tidak melakukan ini itu, tapi sudah terlambat. Hidup sudah memiliki sayapnya sendiri yang membawa kita sampai di hari ini. Kadang juga kita bisa tersenyum karena telah berdamai dengan yang terjadi di masa lalu. Meletakkan kenangan pada tempatnya.

Continue reading