Jalan-Jalan di Taman

Finsbury Park
Finsbury Park

Selama kurang lebih 3 minggu di Inggris, salah satu tempat yang paling menyenangkan bagi saya adalah taman. Lebih dari 10 taman yang sudah saya datangi baik taman yang besar maupun kecil. Biasanya saya membaca buku, mainan gadget memantau kabar-kabur dari Indonesia, atau sekadar jalan-jalan melihat angsa, burung-burung, juga tupai bermain-main. Karena menjelang musim gugur, bunga-bunga di taman tidak dalam keadaan terbaiknya. Daun-daun mulai berganti warna.

Di Regent’s Park, salah satu taman besar di London, saya menemukan ketenangan. Sendirian selama kurang lebih 3 jam di taman ini, saya sengaja tidak menggunakan aplikasi google map seperti biasa. Sesekali menyesatkan diri. Dan tidak ada yang lebih menyenangkan selain menyesatkan diri di taman dengan udara yang segar. Untuk mencapai Regents Park, saya turun di stasiun kereta Regents Park. Dari pintu keluar, saya belok ke arah kiri dan jalan kaki kurang lebih sepanjang 25-50 meter, taman sudah kelihatan.

Saya menyusuri Jembatan York yang membawa saya masuk ke dalam taman sambal melihat orang-orang melintas. Ada keluarga muda yang membawa satu anak. Mereka bercakap dalam bahasa yang tidak saya pahami. Sepertinya India atau Pakistan. Si perempuan tertawa, yang laki-laki menggoda sang anak. Menyusuri Jembatan York, saya kemudian berbelok, masuk ke jembatan kayu yang kecil. Paling sekitar 4-5 meter. Ada sungai kecil melintas di bawahnya. Ada sekawanan burung sedang bermain. Saya foto, mereka terbang. Seperti terganggu dengan kehadiran saya.

Ada pilihan yang sulit usai menyeberangi jembatan kecil tadi, antara belok kiri menyusuri danau, atau jalan terus menuju bagian bunga-bunga. Dan saya melihat peta, ada yang namanya kebun Ratu Mary. Di peta kelihatan luas, jadi saya memutuskan ke kebun Ratu Mary terlebih dulu, baru nanti ke danau. Toh saya tidak sedang buru-buru.

Butuh waktu sekitar 15 menit dari jembatan kecil tadi untuk menuju kebun Ratu Mary. Di sepanjang perjalanan saya melihat bunga dan tanaman. Serba hijau, rasanya tentram. Saya pernah diajari oleh seorang kawan bahwa warna hijau itu menentramkan. Entah omongan itu benar atau sekadar asumsi saya tidak tahu. Yang pasti saya merasa tentram melihat tanaman-tanaman serba hijau. Sebagaimana saya melihat sawah dan pepohonan di kampung saya.

Saya termasuk orang yang tidak suka menyendiri, kecuali jika sedang ada proyek menulis atau membaca. Jadi awalnya saya bayangkan jalan-jalan di taman akan sangat membosankan. Tapi ternyata tidak. Sebaliknya, ia justru menyenangkan. Di Regent’s Park, saya bisa lebih banyak berdialog dengan diri saya sendiri. Memikirkan apa-apa yang sudah saya lakukan, dan apa yang ingin saya lakukan. Bukankah refleksi diri kita perlukan?

Di kebun Ratu Mary, ada kolam air mancur dengan patung di tengahnya. Sekilas saya melihat patung tersebut, ada 3 sosok.1 laki-laki, dan dua perempuan. Yang dua perempuan seperti berambut ular, Medusa. Saya kurang yakin, akhirnya saya googling tentang patung tersebut. Ketemu, namanya Triton Fountain, melambangkan Triton, anak Poseidon si dewa laut dalam mitologi Yunani. Sementara dua sosok yang saya kira Medusa adalah putri duyung.

Berbalik dari patung tersebut, saya melihat lapangan rumput yang luas dengan jalan aspal membelah tengahnya. Di kanan-kiri jalan ada bangku-bangku. Di salah satu bangku ada sepasang laki-laki dan perempuan sedang berciuman. Mungkin mereka kekasih, atau, entah. Saya berjalan ke tengah, mencari bangku taman yang kosong. Angin mulai berhembus kencang, kadang matahari kelihatan, kadang hilang. Dingin. Pasangan tadi tertawa. Saya duduk di salah satu bangku, kemudian menuntaskan novel terbaru Puthut EA, Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah.

Selain di Regent’s Park, taman besar yang sempat saya jelajahi adalah Saint James Park di dekat istana Buckingham. Itu sore yang dingin sekali, hujan timbul-tenggelam. Saya was-was kebasahan. Tapi melihat orang-orang jalan dengan santai, saya tidak buru-buru mencari tempat berteduh. Dan ternyata memang bukan hujan yang deras. Hanya hujan seperti biasa.

Di taman ini, saya beberapa kali melihat orang-orang merekam tupai yang sedang makan dan loncat-loncat di pinggir jalan. Tupai yang tidak takut, orang-orang merekam sambal tertawa, ia asik saja makan. Melihat hewan-hewan semacam tupai dan burung-burung yang beterbangan di sekitaran kita itu menenangkan. Kadang saya kepikiran, barangkali menarik kalau saya bisa bercakap dengan mereka. Penasaran, apa yang ada dalam benak burung atau tupai itu ketika dipotret oleh manusia.

Di salah satu bangku di taman ini, saya melihat sepasang kakek-nenek. Rambut mereka sudah putih semua. Sang kakek membawa tongkat. Entah apa yang mereka bicarakan. Saya membayangkan keduanya sedang bernostalgia tentang masa lalunya. Masa lalu yang jauh tapi terasa dekat.

Lain hari, saya pergi ke Finsbury Park yang terletak di dekat kandang Arsenal. Ini taman yang juga luas. Saya menghabiskan sekitar 2,5 jam untuk memutari taman ini lantas mengakhirinya dengan makan roti dan pisang di salah satu sudut taman. Saya mencari di mana bunga-bunga, tapi tidak ada.

Saya ingat, ini awal musim gugur. Daun-daun hijau berganti warna menjadi coklat, bunga-bunga rontok, hilang kecantikan mereka. Di Finsbury Park saya melihat seorang laki-laki dewasa sedang melatih anak kecil berlari, ada seorang pria melihat anjingnya memain-mainkan kayu, ada juga yang duduk membaca koran.

Di Seymour Park, Manchester, saya melihat seorang nenek bolak-bolak berjalan melewati jalan yang sama. Ia bersama anjingnya main lempar bola. Anjing yang baik. Sesekali si nenek meneriaki anjingnya. Taman tempat yang menyenangkan.

2 thoughts on “Jalan-Jalan di Taman

    1. Halo.. Belum sempat ke Wembley euy. Baru ke Old Trafford, bekas stadion Highbury, dan Emirates. Nanti semoga ada waktu buat ke Wembley dan nulis..

Leave a Reply to wisnu Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>