Ke Coventry

London masih subuh. Aku lihat aplikasi cuaca di hp, 8 derajat celcius. Kami berlari menuju stasiun Turnham Green. Kereta menuju Coventry dari stasiun London Euston kurang dari satu setengah jam lagi, sementara kami masih harus naik kereta dua kali pindah jalur untuk menuju ke stasiun London Euston. Was-was kalau tidak sampai tepat waktu, alamat gagal rencana ke Coventry. Nia jalan kencang sekali, sesekali ia menengok ke belakang dan menungguku. Untung masih nyandak. 15 menit sebelum kereta London Midland berangkat kami sudah sampai di stasiun. Perjalanan selama kurang lebih dua jam dimulai.

Continue reading

Seperti Teman Lama Datang Bercerita

Pramugari Qatar Airways mengumumkan bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di bandara Heathrow, London. Saya lega. Setelah 15 jam penerbangan ditambah 3 jam transit di Doha, akhirnya sampai juga di Inggris. Semakin lega karena pramugari memberitahu bahwa cuaca di London saat itu 14 derajat celcius. Tidak jauh berbeda dengan cuaca rumah di malam-pagi hari, jadi saya merasa akan baik-baik saja dengan cuaca yang sebelumnya bikin saya khawatir.

Setelah melalui pintu imigrasi dan menunggu koper yang lumayan lama, seorang teman baik sudah menunggu di pintu keluar. Masih di dalam bandara, saya merasa cuaca masih baik-baik saja. Baru kaget ketika turun ke underground terminal 4 Heathrow buat naik kereta. Anginnya kencang sekali. Mendadak saya menggigil, lantas bertanya kepada teman saya, “ini ac bandara apa angin di luar?” Pertanyaan yang kemudian saya tahu sendiri jawabannya. London memang dingin, dan saya harus segera menyiapkan diri menghadapinya.

Continue reading

Berbagi Kabar

Teman-teman yang baik, saya mau berbagi kabar. Akhir Agustus ini saya akan berangkat ke Inggris untuk sekolah di University of Leeds. Kalau yang suka bola, tentu akan tahu kota ini di masa jayanya ketika masih ada Hary Kewell, Alan Smith, Mark Viduka, dsb.. Di Leeds, saya akan belajar kajian media dan komunikasi, mendalami apa yang sudah saya geluti sejak kuliah S1 dulu juga kerja-kerja saya di Remotivi selama ini.

Kuliah saya dibiayai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang tentu berasal dari pajak. Saya tulis di dinding media sosial sebagai pengingat, dan biar bisa diingatkan barangkali saya nanti males-malesan kuliah (tandanya mungkin terlalu banyak nyampah bikin status galau dan pamer foto di media sosial), yang artinya sama saja dengan menyia-nyiakan pajak yang dibayar teman-teman.

Oh iya, di blog ini saya berencana menulis catatan mengenai apa-apa saja yang saya rasakan dan alami selama berada di Inggris. Saya berencana menulis rutian mingguan, di akhir atau awal pekan. Semoga berhasil (hhh).

Leeds