Dosen Mogok, Kuliah Libur

20171012_113502

Penny Rivlin memulai kelas metode riset (5/10) dengan sebuah permohonan maaf: minggu depan tidak ada kuliah, mahasiswa silakan belajar sendiri, dan tidak akan ada kelas pengganti. Ia lantas membuka slide presentasi dan menjelaskan alasannya. Dosen dan pekerja yang tergabung dalam Leeds University and College Union akan mogok kerja selama 3 hari, tepatnya pada 11-13 Oktober.  Sebagai anggota serikat, ia harus mengumumkan alasan pemogokan itu di depan mahasiswanya.

Sehari sebelumnya, Jason Cabanes juga mengumumkan hal yang sama di kelas media dan demokratisasi. Meski bukan anggota serikat, ia bilang bahwa ia ikut bersolidaritas karena apa yang diperjuangkan oleh UCU penting bagi semua dosen dan pekerja di universitas. Jason menjelaskan sedikit tentang latar belakang aksi mogok yang akan dilakukan.

Continue reading

Main Futsal di Leeds

22254684_10214666404039623_1251548885455532764_o

“Wisnu, kamu suka main bola tidak?” Benito bertanya ketika kami sedang ngobrol santai di ruang tengah flat. Tentu saja saya jawab dengan semangat, suka sekali. Kemudian nyerocos bahwa 10 tahun belakangan saya tidak pernah main lagi di lapangan besar khususnya selama di Jogja dan Jakarta. Jadi selama tahun-tahun itu hanya main di lapangan futsal saja. Usai mendengarkan cerita saya, Benito menjawab, “kalau begitu nanti ikut main bola sama komunitas Italia di Leeds ya.”

Begitulah, dan Benito yang mahasiswa S3 di Leeds University ini mengajak saya ikut main bola dengan teman-temannya dari Italia. Ajakan ini saya iyakan dengan senang hati. Sejak berangkat dari Indonesia, saya memang sudah berniat untuk futsal secara rutin. Karena itu sepatu futsal jadi barang yang dimasukkan ke dalam koper.

Continue reading

Jalan-Jalan di Taman

Finsbury Park
Finsbury Park

Selama kurang lebih 3 minggu di Inggris, salah satu tempat yang paling menyenangkan bagi saya adalah taman. Lebih dari 10 taman yang sudah saya datangi baik taman yang besar maupun kecil. Biasanya saya membaca buku, mainan gadget memantau kabar-kabur dari Indonesia, atau sekadar jalan-jalan melihat angsa, burung-burung, juga tupai bermain-main. Karena menjelang musim gugur, bunga-bunga di taman tidak dalam keadaan terbaiknya. Daun-daun mulai berganti warna.

Di Regent’s Park, salah satu taman besar di London, saya menemukan ketenangan. Sendirian selama kurang lebih 3 jam di taman ini, saya sengaja tidak menggunakan aplikasi google map seperti biasa. Sesekali menyesatkan diri. Dan tidak ada yang lebih menyenangkan selain menyesatkan diri di taman dengan udara yang segar. Untuk mencapai Regents Park, saya turun di stasiun kereta Regents Park. Dari pintu keluar, saya belok ke arah kiri dan jalan kaki kurang lebih sepanjang 25-50 meter, taman sudah kelihatan.

Continue reading