Tentang Menulis

Hampir dua bulan bekerja dari rumah ini benar-benar mengajarkan banyak hal untuk diri sendiri. Dari beradaptasi dengan berbagai normal baru, menjaga kesehatan fisik dan mental, sampai mengingat berbagai hal yang layak dikenang, atau bahkan yang tidak layak dikenang.

Di media sosial, saya melihat hal yang terakhir ini juga menjadi pengalaman kolektif banyak orang. Setidaknya di Twitter dan Instagram, banyak orang yang berbagai foto-foto lawas mereka. Banyak orang yang terganggu terutama yang tantangan-tantangan buat posting foto selfie. Lama-lama hal itu memang jadi membosankan. Tapi setiap orang punya cara masing-masing untuk menjaga kewarasan di masa pagebluk ini.

Continue reading

Katrin

Beberapa minggu yang lalu, saya mengirimkan email kepada dosen-dosen saya di School of Media and Communication University of Leeds. Praktis sejak lulus awal tahun lalu dan kembali ke Indonesia, komunikasi saya dengan dosen-dosen di Leeds semakin terbatas. Dan saya kira momen pandemi ini waktu yang tepat untuk mengirimkan email dan bertanya kabar.

Di masa pandemi, saya merasa pertanyaan mengenai kabar tidak lagi menjadi basa-basi. Tentu saja karena kita tidak tahu apakah kita akan selamat melalui pagebluk ini atau tidak. Karena itu saya memberanikan diri untuk mengirimkan surat kepada dosen-dosen ya, guru yang mengajarkan saya banyak hal tidak hanya hal akademik tetapi juga kehidupan di negara yang asing buat saya.

Continue reading

Untuk Jung-Hwan, Sahabatku

ae

Semoga kamu sehat selalu.

Terima kasih telah mengirim surat, aku sudah membacanya. Tentu saja bersama Taek, sejak kami menikah, kami sepakat untuk terbuka satu sama lain. Apalagi ini surat yang datang darimu, sahabatku dan tentu juga Taek. Kami tersenyum usai membacanya. Dan aku memutuskan untuk segera membalasnya. Bagaimanapun tidak baik membuat sahabat baik kita menunggu. Betapapun aku yakin kamu tidak menunggu balasan suratku.

Mengenang masa lalu adalah hal yang menyenangkan. Kadang kita menyesal karena tidak melakukan ini itu, tapi sudah terlambat. Hidup sudah memiliki sayapnya sendiri yang membawa kita sampai di hari ini. Kadang juga kita bisa tersenyum karena telah berdamai dengan yang terjadi di masa lalu. Meletakkan kenangan pada tempatnya.

Continue reading