Imperialisme Budaya di Televisi

buku bang ade

  • Judul              : Televisi Indonesia di Bawah Kapitalisme Global
  • Penulis           : Ade Armando
  • Penerbit          : Penerbit Buku Kompas
  • Terbit              : 2016
  • Tebal               : xvi + 288 halaman

Buku yang diangkat dari disertasi Ade Armando ini menjadi sumbangan penting dalam khazanah kajian ekonomi politik media di Indonesia. Melacak akar ruwetnya sistem penyiaran dan membanjirnya tayangan impor di televisi.

Menurut Ade Armando, dosen Universitas Indonesia dan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia periode pertama, televisi telah membantu Indonesia menjadi “pasar yang ramah” bagi produk-produk transnasional sebagai konsekuensi globalisasi ekonomi. “Pasar yang ramah” ini tidak hanya melalui iklan dan tayangan-tayangan impor yang pelan-pelan mendominasi wajah televisi, tetapi juga infrastruktur televisi.

Maka Anda tak perlu heran jika belakangan ini demam tayangan Turki mewarnai televisi, belum lama sebelumnya pernah muncul demam tayangan-tayangan Asia Timur, India, atau jauh sebelumnya Amerika Serikat. Apa yang ironis dari kondisi ini bukan ihwal sentimen nasionalisme atau anti asing. Problem yang kemudian muncul lebih karena dalam lanskap industri televisi (dan media secara umum) Indonesia kemudian hanya menjadi konsumen dalam pasar global bagi industri hiburan, alih-alih produsen, di negeri sendiri.
Continue reading

Buku-Buku yang Saya Baca Tahun 2015

Buku Yang Kubacaa

Seperti tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya, buku yang saya beli tahun ini lebih banyak dari buku yang saya baca. Ada banyak buku yang sampai sekarang masih bersih karena belum saya baca sampai selesai. Beberapa masih terbungkus plastik. Bahkan sering saya lupa apakah sudah membeli sebuah buku atau belum ketika jalan-jalan ke toko buku. Yang pasti, tahun ini saya lebih banyak membeli buku-buku lawas di toko buku daring yang begitu banyak di Facebook.

Ada sekitar 80-90 buku yang saya baca tahun 2015. Lebih dari setengah dari jumlah tersebut adalah buku-buku tentang kajian media dan komunikasi. Tentu saja tema yang saya minati, selain karena tuntutan pekerjaan. Tema-tema lain jelas sastra, sepakbola, politik, sejarah, agama, juga biografi. Tapi dari jumlah tersebut tidak saya baca sampai tuntas, ada yang saya baca sampai habis, ada yang saya baca hanya sampai separuh halaman, ada juga yang saya baca secara sekilas karena merasa kecele dengan isi buku. Jadi kalau diperas, ada sekitar 50 buku yang saya baca tuntas. Berarti rata-rata 2 buku per bulan.
Continue reading