Hoax dan Jurnalisme

Ada banyak momen yang saya ingat ketika diskusi dengan dosen-dosen saya. Salah satunya adalah ketika saya konsultasi mengenai esai saya dengan Matthias Revers, dosen kelas Reporting of Politics. Setelah membahas ide esai saya tentang sejarah dan perkembangan jurnalisme populis di Inggris, Ia bilang bahwa “saya akan mengkategorikan Breitbart, Infowars di Amerika Serikat dan media-media yang penuh konspirasi lainnya ke dalam jurnalisme.” (Ini mungkin kalau di Indonesia seperti pks piyungan dan sebagainya yang penuh hoax dan teori konspirasi). Lho kenapa pak? Kan mereka tidak melakukan kerja-kerja jurnalistik dan apalagi menulis tentang fakta?

Jawaban dari Matthias kira-kira sebagai berikut, dan sebelum menjawab ia bilang bahwa tentu saja akan banyak orang yang tidak sepakat dengan pandangannya:

Continue reading

Tentang Sepakbola

Salah satu mimpi saya ketika kelas 3 SD adalah menjadi striker Inter Milan atau Manchester United sekaligus menjadi kapten tim nasional Indonesia. Sebelum tidur, ketika di toilet, ketika sholat, dan di beberapa kesempatan di mana saya bisa melamun, saya selalu membayangkan mencetak banyak gol dan mendapat tepuk tangan puluhan ribu penonton.

Kenapa Inter Milan atau Manchester United? Tentu saja karena keduanya adalah tim favorit saya. Ingatan-ingatan awal saya menonton sepakbola di televisi adalah ketika menyaksikan pertandingan Serie A tahun 1998: Inter Milan vs Juventus. Salah satu laga yang kerap disebut-sebut menunjukkan calciopoli ketika wasit menguntungkan Juventus. Karena melihat Inter dicurangi dan Juventus diuntungkan, saat itu saya langsung memutuskan mendukung Inter dan sekaligus membenci Juventus.

Continue reading

Tentang Cita-cita

Setiap ulang tahun, saya selalu memperbarui cita-cita, atau mungkin lebih tepatnya mimpi.

Di usia 5 tahun, saya mulai punya cita-cita jadi pemain sepakbola. Seingat saya waktu itu cukup bisa bergabung dengan Sekolah Sepakbola (SSB). Tahun-tahun berikutnya saya meng-update cita-cita itu: jadi pemain PSIS, kapten timnas Indonesia, berduet dengan Bambang Pamungkas, main di Inggris dan Italia, dan sebagainya.

Continue reading