Jurnalisme dan Autokritik

Karena-Jurnalisme-Bukan-monopoli-wartawan-depan

*Pengantar buku Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan

MEMBACA tulisan-tulisan Rusdi Mathari tentang media adalah ikhtiar merawat jurnalisme dengan kritik. Ketika konsentrasi kepemilikan media meningkat, senjakala media cetak hampir tiba, tsunami hoax dan berita palsu muncul, gejala ketidakpercayaan terhadap media arus utama membesar, jurnalisme sedang berada dalam episode-episode menegangkan. Dalam kondisi tersebut, kritik menjadi hal yang cukup penting.

Kritik menjadi upaya untuk menilai sejauh apa media menjalankan praktik jurnalistiknya. Tidak hanya berkaitan dengan akurasi sebuah berita, lebih dari itu, membaca apa yang tersembunyi di balik berita. Dengan begitu kritik sekaligus menjadi upaya agar media tetap berada di jalur yang tepat dalam menjalankan fungsi imperatifnya di era demokrasi baik sebagai watchdog atau sebagai pilar keempat. Di alam kebebasan pers, ketika media bebas untuk melakukan kritik atas kekuasaan, media juga harus siap dan mau dikritik.

Problemnya, kritik terhadap media di Indonesia adalah sesuatu yang langka. Sulit untuk melihat atau membaca kritik media yang dilakukan dengan serius, konsisten, dan pada tahap selanjutnya: berpengaruh. Ada lapis-lapis problem yang menyebabkan kelangkaan itu terjadi. Beberapa di antaranya:

Continue reading

Menonton Ed Miliband Dari Dekat

20180219_213955

Usai menuntaskan pidato politiknya dalam konferensi partai Buruh tahun 2014, Ed Miliband mengunci diri di dalam kamar hotel. Ia sangat marah dengan dirinya sendiri karena melupakan isu penting yang krusial dalam kampanyenya menuju pemilihan umum. Ia terlalu banyak berimprovisasi. Istrinya, Justine, berusaha menenangkan Ed. Namun percuma, Ed marah dan enggan ikut ke dalam pesta penutupan konferensi.

Situasi bertambah buruk ketika tim media sosial partai Buruh, tidak sadar dengan kondisi tersebut, mengirimkan naskah pidato Ed ke media. Ini praktik yang biasa saja. Namun jadi tidak biasa karena ada isu yang lupa diangkat Ed. Benar saja, media-media di Inggris kemudian menyadari ada perbedaan signifikan dalam pidato yang disampaikan Ed dengan apa yang tertulis di naskah.

Continue reading

Liverpool, Dua Stadion, Satu Toko Buku

20171221_110659

Ingatan yang dirawat adalah sumber kekuatan. Di Anfield, saya melihat bagaimana ingatan tentang episode paling menyedihkan untuk Liverpool dirawat. Episode yang tentu saja tidak pernah dibayangkan oleh para keluarga korban, juga orang-orang di Liverpool, yang berpuluh tahun kemudian akan hidup dengan mengingatnya.

Karangan bunga dan lilin berdatangan ke salah satu sudut stadion yang terletak di depan tribun utama, diletakkan di depan Liverpool Memorial. Ia dibangun untuk mengenang 96 fans Liverpool yang meninggal dalam tragedi Hillsborough, 15 April 1989. 96 nama korban ditulis di tugu memorial. Tempat di sekitar memorial yang terletak di dekat pintu masuk pemain diberi nama 96 Avenue. Continue reading