Menonton Ed Miliband Dari Dekat

20180219_213955

Usai menuntaskan pidato politiknya dalam konferensi partai Buruh tahun 2014, Ed Miliband mengunci diri di dalam kamar hotel. Ia sangat marah dengan dirinya sendiri karena melupakan isu penting yang krusial dalam kampanyenya menuju pemilihan umum. Ia terlalu banyak berimprovisasi. Istrinya, Justine, berusaha menenangkan Ed. Namun percuma, Ed marah dan enggan ikut ke dalam pesta penutupan konferensi.

Situasi bertambah buruk ketika tim media sosial partai Buruh, tidak sadar dengan kondisi tersebut, mengirimkan naskah pidato Ed ke media. Ini praktik yang biasa saja. Namun jadi tidak biasa karena ada isu yang lupa diangkat Ed. Benar saja, media-media di Inggris kemudian menyadari ada perbedaan signifikan dalam pidato yang disampaikan Ed dengan apa yang tertulis di naskah.

Continue reading

Buku-Buku yang Saya Baca Tahun 2015

Buku Yang Kubacaa

Seperti tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya, buku yang saya beli tahun ini lebih banyak dari buku yang saya baca. Ada banyak buku yang sampai sekarang masih bersih karena belum saya baca sampai selesai. Beberapa masih terbungkus plastik. Bahkan sering saya lupa apakah sudah membeli sebuah buku atau belum ketika jalan-jalan ke toko buku. Yang pasti, tahun ini saya lebih banyak membeli buku-buku lawas di toko buku daring yang begitu banyak di Facebook.

Ada sekitar 80-90 buku yang saya baca tahun 2015. Lebih dari setengah dari jumlah tersebut adalah buku-buku tentang kajian media dan komunikasi. Tentu saja tema yang saya minati, selain karena tuntutan pekerjaan. Tema-tema lain jelas sastra, sepakbola, politik, sejarah, agama, juga biografi. Tapi dari jumlah tersebut tidak saya baca sampai tuntas, ada yang saya baca sampai habis, ada yang saya baca hanya sampai separuh halaman, ada juga yang saya baca secara sekilas karena merasa kecele dengan isi buku. Jadi kalau diperas, ada sekitar 50 buku yang saya baca tuntas. Berarti rata-rata 2 buku per bulan.
Continue reading

Ed

1382079_10202287258728727_1380720689_n (1)

“I take absolute and total responsibility for the result and our defeat at this election…”

Usai hasil akhir pemilihan umum diumumkan, Ed Miliband menyampaikan pidato kekalahan sekaligus pengundurannya sebagai ketua partai. Partai Buruh, yang ia pimpin sejak 2010 mengalami kekalahan total yang disebut Guardian sebagai shocking night. Mereka kalah dua kali, dari partai Konservatif dan kehilangan sebagian besar kursi di Skotlandia. Padahal, hampir semua pollster sebelumnya memprediksi pemilu ini akan berjalan ketat.

Saya ikut merasa kecewa dengan kekalahan Ed dan partai Buruh. Bukan apa-apa, sebelumnya saya tidak pernah peduli pada politik di negara-negara lain, kecuali hanya sekadar tahu saja. Tapi khusus untuk Ed, saya menyimak perkembangan pemilu di Inggris sampai akhir. Alasannya sederhana saja, hampir tiga tahun belakangan, salah satu kegiatan rutin yang saya lakukan adalah menyaksikan pidato tahunan konferensi partai Buruh dan debat Ed dan David Cameron di Prime Minister’s Questions.
Continue reading