Sabtu Pagi di Arthur’s Seat

20171230_102259

Sehari sebelum hari terakhir 2017, salju turun sebentar di puncak Arthur’s Seat. Sebentar saja, beberapa menit, tipis-tipis, sebelum berganti dengan angin kencang yang sangat dingin dan membuat tangan saya terasa ngilu. Saya duduk dan memejamkan mata, mengingat apa-apa saja yang sudah terjadi selama 2017, membayangkan apa yang mungkin bisa terjadi di 2018, kemudian berdoa. Menghirup napas panjang. Dingin.

Saya membuka mata dan melempar pandangan ke seluruh tempat yang bisa dijangkau. Di puncak Arthur’s Seat pagi itu hanya ada dua laki-laki, sepertinya dari Inggris, satu orang siap-siap mengambil foto, dan yang satu berusaha berdiri dengan menggunakan tangan. Ia melakukannya dari atas tugu penanda ketinggian Arthur Seat. Ia hampir terjatuh dan bertanya apakah temannya bisa mendapatkan foto ketika ia berdiri menggunakan tangan? Ia tidak mau melakukannya lagi. Ia menyapa saya dan bertanya barangkali butuh bantuan untuk mengambil foto.

Continue reading