Merumuskan Identitas dan Kenikmatan

ariel heryanto

Salah satu alasan kenapa saya suka melakukan perjalanan dengan kereta adalah karena saya jadi punya banyak waktu untuk membaca buku. Seperti beberapa waktu yang lalu, saya menuntaskan buku baru Ariel Heryanto: Identitas dan Kenikmatan, Politik Budaya Layar Indonesia.

Buku ini berisi tentang bagaimana kelas menengah, terutama di lingkungan perkotaan, merumuskan dan mencari identitasnya di dekade yang menawarkan berbagai kebebasan, sekaligus juga ketakutan. Proses pencarian identitas tersebut bisa dilihat dari representasi dan peran serta kelompok tersebut dalam budaya layar, baik itu televisi, film, dan tak terkecuali media sosial. Dari sana kita juga bisa melihat bagaimana peran teknologi media dalam kontestasi perebutan tafsir mengenai Islam, sentiment anti-Tionghoa, demam K-Pop, termasuk juga selebritisasi politik di Indonesia.
Continue reading