Menonton Ed Miliband Dari Dekat

20180219_213955

Usai menuntaskan pidato politiknya dalam konferensi partai Buruh tahun 2014, Ed Miliband mengunci diri di dalam kamar hotel. Ia sangat marah dengan dirinya sendiri karena melupakan isu penting yang krusial dalam kampanyenya menuju pemilihan umum. Ia terlalu banyak berimprovisasi. Istrinya, Justine, berusaha menenangkan Ed. Namun percuma, Ed marah dan enggan ikut ke dalam pesta penutupan konferensi.

Situasi bertambah buruk ketika tim media sosial partai Buruh, tidak sadar dengan kondisi tersebut, mengirimkan naskah pidato Ed ke media. Ini praktik yang biasa saja. Namun jadi tidak biasa karena ada isu yang lupa diangkat Ed. Benar saja, media-media di Inggris kemudian menyadari ada perbedaan signifikan dalam pidato yang disampaikan Ed dengan apa yang tertulis di naskah.

Continue reading

Salju, Orwell, dan mereka yang tidak punya rumah

Salju dari dalam kereta

Ini Jumat terakhir di 2017. Jumat putih. Salju turun deras sejak semalam. Laporan cuaca sudah mengingatkan bahwa salju akan mengguyur sebagian besar wilayah Inggris Raya. Mobil-mobil yang parkir di dekat rumah tertimbun salju. Rerumputan di taman kecil di depan kamar sudah tidak kelihatan bentuk aslinya. Semua putih. Di flat sebelah, salah seorang penghuninya membuka jendela, sepertinya kaget melihat di luar sudah serba putih. Kami sempat beradu pandang sebelum ia menutup gorden jendelanya.

Saya segera berkemas membereskan tas. Sudah pukul 09.00, kereta ke Glasgow sekitar 45 menit lagi. Jarak 45 menit lebih dari cukup untuk menuju stasiun Leeds. Normalnya cuma butuh waktu 20 menit berjalan kaki. Tapi di luar salju masih deras. Trotoar pasti licin. Mulai agak panik, saya berpikir apa lebih baik naik bis atau Uber. Cek di aplikasi, bis akan datang lebih lama. Menggunakan uber juga bikin was-was dengan kondisi jalan yang licin. Saya putuskan buat berjalan kaki. Payung sudah disiapkan. Continue reading

Menjadi Mahasiswa di Inggris

Screen Shot 2017-11-14 at 20.00.34

Bagaimana rasanya kuliah di luar negeri?” Beberapa teman menanyakan pertanyaan ini ke saya. Biasanya saya jawab: “ya biasa saja seperti kuliah, cuma di luar negeri”. Ini jawaban yang bisa dibilang sekenanya tapi serius. Euforia karena bisa kuliah di Inggris tidak terlalu lama saya rasakan. Apalagi begitu masuk masa perkuliahan yang segera menuntut konsentrasi karena daftar bacaan dan tugas-tugas yang sudah menunggu.

Banyak teman yang mengingatkan bahwa di hari-hari pertama saya mungkin akan mengalami culture shock, dari problem kebiasaan sehari-hari, cuaca, sampai persoalan makanan, apalagi ini pengalaman pertama saya ke luar negeri. Namun, kurang lebih dua bulan di Leeds, saya tidak menemui hambatan berarti terkait hal tersebut.

Continue reading