Tentang Lari dan Murakami

Pain is inevitable, suffering is optional. Kalau ada kalimat yang mampu menjelaskan pelajaran dari lari, saya kira kata-kata Haruki Murakami tersebut adalah yang paling ideal. Iya, lari, olahraga. Bukan lari dari kenyataan sebagaimana guyonan yang sudah menjadi klise, garing, dan entah kenapa masih saja banyak orang menggunakannya.

Sambil bercerita tentang aktivitas lari yang ia lakukan sejak tinggal di Massachusetts, Murakami menyisipkan banyak petuah tentang kehidupan – abstraksi atas pengalaman hariannya – di buku What I Talk About When I Talk About Running. Ia lari satu jam sehari, enam kali seminggu dan selalu menyempatkan untuk lari ketika berkunjung ke berbagai kota di berbagai negara. Termasuk meluangkan waktu ke Yunani, ke kota Marathon, tempat lari maraton lahir.

Continue reading