Tembok York

20171202_095248
Clifford Tower

Musim dingin sudah sampai di York. Memasuki stasiun, sisa salju yang mengguyur dua hari sebelumnya masih terlihat jelas. Saya menengok laporan cuaca di telepon genggam, 30 celcius. Pukul 9 matahari bersinar terik, tapi dengan suhu seperti itu, kehangatannya cuma menyapa sekilas. Setelah itu menghilang. Semu. Trotoar sedang licin-licinnya, campuran antara sisa salju, es, dan guguran daun-daun. Ada dua alasan untuk berjalan pelan-pelan: menghindari jatuh terpeleset atau takut sepatu menjadi kotor karena jalanan yang becek.

Hari ini (2/12) saya berencana menyusuri tembok yang mengelilingi pusat kota York. Ini tembok yang dibangun sejak era kekaisaran Romawi di tahun 43. Tidak semua tembok masih bisa bertahan melewati waktu sampai saat ini, namun sebagian besar masih utuh, sekitar 2 mil mengelilingi pusat kota York. Sayang karena cuaca yang bikin jalanan tembok licin, tembok ditutup dan saya tidak bisa naik di atasnya.

Continue reading

Mencari (Pencari) Kota yang Hilang

20150404_063953

  • Judul               : The Lost City of Z
  • Penulis            : David Grann
  • Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
  • Tebal                : 461 halaman
  • Tahun terbit   : 2015

Awal tahun 1925. Ketika perjuangan melawan kolonialisme di Hindia Belanda tengah memasuki fase radikalisasi, nun jauh di Brazil, seorang lelaki asal Inggris tengah berjuang di tengah belantara hutan Amazon untuk menuntaskan rasa penasarannya: mencari kota dan peradaban yang hilang. Ditemani anak lelakinya dan seorang kawan, Percy Fawcett, lelaki tersebut, berusaha melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Dan mereka gagal.

Alih-alih menemukan apa yang disebut Fawcett sebagai kota Z yang akan menjadi “penemuan terbesar abad ini”, mereka tak pernah kembali lagi. Tak ada yang tahu apakah mereka menghilang, dibunuh suku Indian, atau justru telah menemukan peradaban yang dicari dan tidak mau kembali ke dunia luar. Hilangnya penjelajah legendaris yang merupakan bekas tentara kerajaan Inggris ini memicu gelombang pencarian besar-besaran. Apalagi perjalanan Fawcett dibiayai organisasi lintas negara seperti Royal Geographical Society di Inggris, pemerintah Brazil, dan juga North American Newspaper Alliance.
Continue reading