10 Jam di Manchester

Screen Shot 2017-11-21 at 17.49.43

Di antara sekian ingatan yang tersisa dari masa kecil saya, Manchester adalah salah satu hal yang paling berkesan. Lebih tepatnya: Manchester United. Tumbuh besar di dekade 1990an dan dimanjakan dengan siaran langsung sepakbola di televisi membantu saya menemukan cita-cita saat itu: menjadi pemain bola. MU sedang berada dalam masa jayanya dan saya rutin mengoleksi poster-poster para pemainnya. Sering sekali saya membayangkan menjadi pemain MU, bermain di Old Trafford, mencetak gol-gol indah, dan pulang bermain untuk timnas di Piala Dunia. Namanya juga mimpi.

Ingatan tentang MU dari masa kecil itu membayangi saya ketika membuka mata dalam perjalanan ke Manchester. Sepertinya bis hampir sampai. Saya melihat hp, sudah hampir pukul 10. Suhu di luar 14’ celcius, sepertinya tidak akan terlalu dingin. Di luar saya melihat rumah-rumah dengan dinding berwarna coklat dan melihat sebuah gedung dengan tulisan “the home of football,” belakangan saya tahu itu adalah National Football Museum.

Continue reading